Senin, 30 Januari 2012

APAKAH KUNCI SURGA ITU ?

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika.

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. Dua yang tiada tiganya,
3. Tiga yang tiada empatnya,
4. Empat yang tiada limanya,
5. Lima yang tiada enamnya,
6. Enam yang tiada tujuhnya,
7. Tujuh yang tiada delapannya,
8. Delapan yang tiada sembilannya,
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya,
10.Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11.Sebelas yang tiada dua belasnya,
12.Dua belas yang tiada tiga belasnya,
13.Tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua dibawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
 "Dan Kami jadikan malam dan siang dua tanda (kebesaran Kami)." (Al-Isra':12)
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman :
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': )
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"

Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.

Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu aLa Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..

Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. amien...

Sumber : Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah in http://www.gesah.net/

Sabtu, 28 Januari 2012

Be Creative In Your Own Bathroom


Be Creative In Your Own Bathroom

Saatnya Saling Menggosok
1.   Gosokkan body scrub dengan kedua telapak tangan pada tubuh masing-masing secara perlahan mulai di bagian dada, perut sampai pinggang ke bawah. Jaga kekuatan gosokan agar daerah dada dan punting susu tidak terkena iritasi. 
2.  Lanjutkan dengan saling menggosok punggung ke bawah secara bergantian. Pada bagian ini, cobalah untuk sedikit kreatif bermain di daerah seputar bokong, seperti meremas atau mencubit. Tapi jangan terlalu kencang melakukannya jika Anda tak ingin si dia menjerit karena kesakitan! 
3.  Anda ingin berulah yang lebih ‘nakal’ lagi? Peluk si dia dari belakang lalu gosok bagian belakang tubuhnya dengan bagian depan tubuh Anda. Butiran body scrub yang menempel pada tubuhnya dapat memberikan sensasi luar biasa pada tubuh Anda!
4.  Terakhir, tuntaskan acara ‘saling menggosok’ ini di bawah pancuran air hangat

Saatnya Saling Memijat
1.  Duduklah berhadapan di dalam bathtub, kemudian angkat salah satu telapak kakinya. Tetesi jari-jari kakinya dengan massage oil, lakukan pijatan secara perlahan dengan memberi sedikit tekanan. Lakukan hal serupa pada telapak kaki satunya lagi. Konon, pijatan di bagian kaki selain membuatnya rileks juga akan membangkitkan gairahnya! Untuk bonus tambahan, mainkan jari-jari tangan Anda disela-sela jari kakinya. Dijamin, cara ini akan membuat si Dia melayang ke langit ke 7! 
2.  Jangan lupakan tumit, karena bagian ini merupakan ‘area’ yang paling tepat untuk menghilangkan rasa pegal-pegal di kaki. Selanjutnya arahkan pijatan pada betis dan pahanya, lakukan pijatan di area tersebut selama beberapa menit. Mainkan tangan Anda disela-sela pahanya, dan saksikan dia akan mempercepat langkah ke ‘permainan’ lainnya. 
3.  Tetesi massage oil pada jarinya, dan pijatlah tangan secara bergantian. Agar lebih terasa sensasinya, cobalah untuk saling meremas jari-jari. Selanjutnya, elus telapak tangannya secara perlahan. 
4.  Ritual memijat telah usai, bilas kembali tubuhnya dengan siraman air hangat dan sabun mandi untuk melepaskan minyak yang menempel di badannya. Selanjutnya….terserah Anda

Selasa, 24 Januari 2012

Penyakit yang Menimpa Perempuan tidak Berjilbab

Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat.

Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:

Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.
Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???

( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah,
Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad )
Dipopulerkan oleh: Jamaah Masjid ( http://jamaahmasjid.blogspot.com )

Senin, 02 Januari 2012

Meninggalkan Tanah Amerika yang Penuh Fitnah

Muslimah, lingkungan memiliki pengaruh besar bagi jiwa dan tingkah laku seseorang. Seseorang dapat tumbuh menjadi baik (shalih/shalehah) bisa jadi karena lingkungannya juga baik dan akan menjadi buruk karena lingkungannnya yang buruk. Walaupun hal tersebut bukanlah penyebab yang mutlak bagi iman dan kepribadian seseorang. Tapi tak disangkal, lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap kejiwaan dan pribadi seseorang. Maka, alangkah indahnya jika dapat tinggal di lingkungan yang Islami. Berikut ini adalah kisah seorang Muslimah, ia bernama Halla Salem, yang awalnya tinggal di Amerika Serikat bersama keluarganya, kemudian setelah ia dewasa dan menikah ia pindah ke Mesir, karena ingin menjalani kehidupan yang lebih baik dan menjaga anak-anaknya dari buruknya lingkungan di Amerika Serikat yang penuh dengan fitnah. Berikut terjemahan kisah singkat pengalaman Halla Salem:
***
“Ibu, seorang laki-laki di kelasku mengadakan pesta, bolehkah aku pergi?”. Pada usia 12 tahun, ini adalah pertama kalinya sisi Amerika saya bentrok dengan sisi Muslim saya. Ibu saya sangat kecewa dengan pertanyaa saya tersebut. Bagaimana saya dapat berpikir meminta sesuatu seperti ini? Tidakkan saya mengerti bahwa hal tersebut adalah Haram? Tidakkah saya mengerti bahwa di dalam Islam tidak diperbolehkan bercampur baur antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram?
Sebenarnya, Saya tidak tahu. Dibesarkan sebagai seorang Muslim di New York, Amerika Serikat, hal yang saya tahu tentang Islam hanyalah yang diajarkan secara eksplisit. Maka saya hanya tahu bahwa seorang Muslim diwajibkan untuk mendirikan shalat lima kali sehari. Saya tahu bahwa kita berpuasa di bulan Ramadan. Saya tahu bahwa kita tidak memakan daging babi dan (yang terbuat darinya) seperti keju sandwiches atau pizza pepperoni di sekolah. Tetapi hal-hal lain yang mungkin ibu saya harapkan seharusnya diketahui oleh akal sehat, tidak ada.
Apa yang salah dengan memiliki seorang teman laki-laki? Ia bukan pacar, ia hanya seorang teman. Mengapa itu salah? Saya tumbuh di lingkungan dimana para guru mengatur tempat duduk, dua anak laki-laki dan dua anak perempuan per meja.
Ketika kami mendapatkan tugas kelompok, kelompok ditentukan selalu dicampur antara laki-laki dan perempuan. Setelah itu, dalam kerja kelompok, tidak ada pemisah, laki-laki dan perempuan harus belajar bekerja bersama-sama.
Mereka harus bekerjasama dan bersaing, dan sebagai seorang perempuan, ada juga pesan “Jangan biarkan anak laki-laki lebih pintar daripada kalian, kalian harus maju.”
Lalu ketika ibu saya merasa terkejut atas permintaan saya untuk menghadiri pesta (yang diundang teman laki-laki), saya tidak mengerti. Selama hari-hari sekolah, saya berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk memahamkan kepada dunia yang tidak menginginkan diri saya. Saya tidak pernah merasa cukup seperti saya seharusnya, dan saya pikir bahwa jika saya dapat melakukan apa yang anak-anak lain lakukan (anak-anak Barat –red), bertingkah seperti tingkah mereka, berbicara seperti bicara mereka, mereka akan menerima saya seperti saya adalah milik mereka.
Mengenai Ibu saya, pertanyaan itu mewakili semua ketakutannya sejak ia tiba di Amerika bertahun-tahun sebelumnya (dari Mesir), “Bagaimana aku akan membesarkan anak-anakku di negara ini?”. Ibu saya berpikir bahwa ia dapat memerangi efek buruk dalam membesarkan kami di Amerika dengan menjadi sangat ketat. Kami tidak diizinkan untuk pergi keluar dengan teman-teman, kami tidak diizinkan untuk berbicara berlama-lama di telepon, kami tidak diizinkan untuk menonton film di bioskop.
Ibu memaksa saya dan kakak perempuan saya untuk menggunakan Hijab, meskipun kritikan yang “bermaksud baik” dari orang-orang Muslim di komunitas kami. Singkatnya, ibu berusaha untuk membatasi hubungan kami dengan dunia luar sebisa mungkin. Selain dari sekolah, ibu juga tidak ingin kami melakukan apapun dengan masyarakat. Semua itu baik dan bagus ketika saya masih anak-anak. Tetapi ketika saya beranjak menjadi remaja, saya tidak lagi dapat menerima ini. Saya ingin bersenang-senang. Saya ingin pergi ke luar bersama teman-teman. Saya tidak ingin berpakaian berbeda dengan teman-teman saya. Saya ingin hidup seperti hidup remaja-remaja Amerika. Jika orangtua saya tidak mengizinkan saya untuk melakukan apa yang saya inginkan, baiklah, apa yang mereka tidak ketahui tidak akan menyakiti mereka.
Untungnya, sebelum hal-hal tersebut saya lakukan, kakak perempuan saya mulai berubah ke arah agama. Ia mulai mengenakan Hijab dengan baik dan mulai membeli buku-buku Islam. Kakak saya itu memiliki pengaruh besar pada saat itu, dan ia ingin mendorong saya untuk membaca buku-buku Islam tersebut.
Segera, saya memulai untuk mengikutinya dan berpakaian seperti seorang Muslim. Segera saya mulai untuk merasakan cinta dan takut kepada Allah. Selama waktu ini, sebuah sekolah Islam untuk anak-anak dibuka di Brooklyn, New York, dan se kelompok Ulama Islam dari Mesir datang dan mengadakan seminar tentang Islam.
Suasana yang belum saya alami sebelumnya. Orang-orang Muslim yang menjual barang-barang di pasar, ketika saya hendak membayar, penjaga Toko berkata kepada saya, “pergi dan letakkan uangnya disana.” Ada kepercayaan dan cinta yang banyak disana dan untuk pertama kalinya di dalam hidup saya, saya merasa sangat nyaman sepenuhnya.
Saya ingin membawa rasa itu ke dalam diri saya. Saya memutuskan untuk berpakaian seperti layaknya seorang Muslim. Saya meninggalkan gaya hijab yang memakai bandana dengan kaos dan celana jeans untuk memakai kerudung panjang dengan rok panjang. Saya mulai haus untuk mengisi tujuan keberadaan saya, yang mana untuk beribadah kepada Allah di setiap tindakan yang dilakukan setiap hari-hari saya. Karena saya merasa diri saya lebih dekat dengan Allah, saya merasa menjadi lebih dan lebih jauh dari siapapun dan apapun akan dijalani untuk mendapatkan hubungan istimewa saya dengan Pencipta Saya.
Kemudian saya mulai memikirkan pernikahan (saat sudah dewasa) dan kehidupan saya di masa depan. (Setelah menikah dan mempunyai anak) saya mulai bertanya kepada diri saya pertanyaan yang sama yang pernah ibu saya tanyakan pada dirinya sendiri, “Bagaimana aku akan membesarkan anak-anakku di negara ini?”, Saya merasa rindu untuk meninggalkan Amerika dan untuk tinggal di negara Islami. Banyak dari mereka “yang bermaksud baik”, orang-orang yang tumbuh disekitar saya mengatakan, “Mengapa kau ingin pergi? Lihatlah dirimu, kau berubah baik, maka anak-anakmu juga akan baik-baik saja.”
Tetapi akankah mereka?, anggap saja demi argumen bahwa saya dapat menjamin anak-anak saya akan tumbuh baik di sebuah negara seperti Amerika. Bagaimana dengan anak-anak mereka, atau cucu-cucu mereka? Apakah saya inging bertanggungjawab karena membuat keputusan untuk tetap menjaga mereka di sebuah tempat dimana Fitnah merajalela? Ya memang, ada banyak orang yang tumbuh baik di negara-negara Barat dan mereka baik-baik saja. Saya yakin, bagaimanapun, orang-orang yang baik dapat menjadi lebih baik, termasuk diri saya..
Bukan berarti tinggal di negara-negara Muslim akan menjamin anak-anak tumbuh menjadi baik, membesarkan anak membutuhkan usaha yang luar biasa dimana saja anda berada. Namun, setidaknya masyarakat akan “menawarkan semen diantara batu bata dimana saya berbaring.”
by: Halla Salem

Minggu, 01 Januari 2012

Sitemap