Senin, 02 Juli 2012

Kenali Penyakit sekitar kita

PENYAKIT ASMA



A.Pengertian
Asma adalah Penyakit sumbatan jalan nafas yang dapat pulih dan kambuh yang ditandai dengan batuk,sesak, dan mengi.Karena terjadi sumbatan itulah membuat Anda sangat sulit untuk bernafas.Sebenarnya, penularan penyakit asma tidak disebabkan oleh kontak fisik secara langsung, melainkan penyakit asma merupakan penyakit keturunan.

B.faktor Pencetus Penyakit Asma


  • Alergi : Debu, asap, bulu binatang, dll
  • Infeksi saluran nafas
  • Bahan iritasi : Minyak wangi, asaop rokok, bau-bauan tajam
  • Perubahan cuaca : Udara dingin dan udara panas
  • Olahraga dan bekerja yang terlalu berat
  • Cemas, emosi, stress

C.Tanda dan Gejala Penyakit Asma

  • Batuk terenga-engah, mengi
  • Sering kambuh pada malam hari
  • Batuk mendadak
  • Sesak nafas
  • Pernafasan lambat
  • Batuk sulit dan kering pada awalnya, kemudian menjadi mendadak
  • Kebiru-biruan pada bibir, kuku, dan berkeringat 

D.Komplikasi

  • Serangan asma yang berulang dan tidak sembuh dengan obat biasa
  • Henti nafas
  • Radang pada paru -paru

E. Pencegahan Penyakit Asma

  • Menghindari Faktor pencetus atau penyebab
  • Melakukan kegiatan fisik sesuai dengan kemampuan
  • Cukup istirahat
  • Perbanyak minum air hangat
  • Tidur dengan bantal tinggi saat sesak menyerang ( setengah duduk )
  • Latihan batuk efektif 
  • Latihan nafas dalam ( teknik relaksasi )

semoga bermanfaat

Kecerdasan Anak

9 Kecerdasan Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua



Kecerdasan anak tak hanya diukur melalui ukuran IQ. Setiap anak memiliki kecerdasan yang majemuk,yaitu Intellijent Quotient maupun Emotion Quotient. Menurut Howard Gardner salah seorang Profesor pendidik dan penelitidi Harvard University USA, ada 9 aspek kecerdasan seorang anak. Istilah yang sering kita dengar adalah multiple intelligences.

Apa sajakah kecerdasan yang terdiri dari 9 kriteria  kecerdasan majemuk tersebut?
1.Kecerdasan musikal.
Kecerdasan ini ditunjukkan anak mudah sekali mengikuti dan mengingat lagu. Cara melatihnya adalah dengan mendengarkan musik dan bernyanyi. Mengajarkan anak menyanyikan lagu - lagu sederhana sesuai usia mereka. Melakukan pekerjaan dengan bernyanyi, misalnya saat mandi dan bangun pagi.
2. Kecerdasan Intrapersonal.
Berkaitan dengan kemampuan daya tahan, untuk tidak mudah down, gigih berusaha, tidak minder. misalnya ketika  mengikuti perlombaan, tampil depan umum. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak untuk terbiasa berada dalam sebuah kelompok dan berinteraksi dengan teman - teman sebayanya.
3.Kecerdasan interpersonal.
Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak  beradaptasi,  bekerjasama, berelasi dengan lingkungan teman sebaya dan orang di sekitarnya. Cara melatihnya adalah dengan memberi kesempatan si kecil sering ditemani untuk bergaul bersama teman - teman sebaya, bermain dan berkomunikasi pada anak- anak seusianya.
13410070361959854419
balita/bcrt/2009
4. Kecerdasan visual spasial
Adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami pandang ruang. Yakni anak mampu membedakan posisi dan letak serta membayangkan ruang, Di kanan, kiri, atas , bawah , depan, belakang dan samping.
Cara melatihnya adalah setiap melakukan kegiatan yang berhubungan dengan posisi atau ruang hendaknya orang tua selalu sambil menyebutkan, misal : Tolong dong, adik letakkan bukunya di atas meja, atau tolong kakak ambilkan buku yang jatuh di bawah meja. Sebutkan lokasi ruang, ajarkan si kecil melipat, menggunting, membalik dan menggambar.
1341009038857917640
balita/bcrt/2009
5. Kecerdasan natural ( alam )
Anak diperkenalkan dengan lingkungan hidup selain manusia , yaitu binatang, tumbuhan dan beraneka suasana alam, misalnya sesekali ajak anak memberi makan pada ikan atau ke kebun binatang, mengunjungi taman flora dan bermain di alam terbuka.
6. Kecerdasan kinestetik tubuh.
Anak memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan tubuh misalkan gerakan tubuh saat berdoa,  menggambar, melompat, berlari dan olahraga yang menggerakkan tubuh, menari, senam dan sebagainya.  cara melatihnnya ajak anak untuk latihan mencoret dan menggambar garis, lingkaran, melakukan gerakan senam dan menari.
7 Kecerdasan moral
Yaitu kepekaan anak untuk meresap kepatuhan dalam berperilaku yang baik, misalnya tahu mengucapkan terimakasih, maaf, permisi dan membedakan perbuatan baik dan buruk, bisa menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap tata cara kesopanan.  Caranya adalah melatih dalam kelompok bermain dan melakukan peraturan peraturan dalam permainan, ajarkan anak patuh dan memahami aturan sederhana misalnya bermain petak umpet.
13410098481405386248
balita/bcrt/2009
8. Kecerdasan verbal linguistik
Anak dapat berbicara dan menceritakan suatu kejadian yang dilihatnya dengan mudah, terangkai dengan baik dan kronologis kejadian tidak melompat lompat. Cara melatihnya adalah  sejak dalam kandungan dan setelah lahir anak sering diajak bercakap cakap, berbicara dengan orangtua, teman sepermainan, menceritakan dongeng dan menyanyikan lagu anak - anak.
9.Kecerdasan logika matematika,
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk memahami persoalan dan memecahkan teori sederhana yang berkaitan dengan angka. Cara melatihnya adalah mengajarkan anak mengelompokkan mainan yang dimiliki, menghitung buah buahan dan membagikan makanan kecil dan menyebutkan jumlah yang diberikan, mengelompokkan benda mainan seperti dadu berwarna, mainan berbentuk buah dan bunga.
Setiap anak terlahir Unik
Jika menemukan kesulitan dengan tahapan perkembangan anak , ibu boleh diskusikan dengan dokter anak atau boleh juga dengan bidan yang telah mengikuti pelatihan untuk KPSP, oya KPSP ini Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
Ada beberapa alat dan instrumen  juga kuesioner untuk mengukurnya sesuai dengan tahapan dan perkembangan usia.
1341023335655906071

Setiap anak terlahir unik dan  siap mendapat stimulasi kecerdasan majemuk yang kita berikan di usia emas pertumbuhannya terutama sejak lahir hingga  usia 2 tahun. Dengan rangsangan kecerdasan yang tepat di dukung gisi yang sehat seimbang untuk Balita, akan membantu setiap anak untuk berkembang sesuai tahapan.

Faktor internal dan eksternal  juga sangat berpengaruh, oleh karena itu jaga agar anak tetap sehat selama masa pertumbuhan, penuhi kebutuhan akan kasih sayang dan rasa aman. Tentu ada yang menonjol dari tiap anak dari sembilan kecerdasan majemuk dalam diri seorang anak kelak, namun sebagai orangtua kita berusaha untuk mengembangkan kesembilannya pada saat usia BALITA
Selamat mendampingi putra putri tercinta dan jangan lupa untuk terus merangsang kecerdasan majemuk agar anak - anak tumbuh dan berkembang sehat sesuai usia.
Semoga bermanfaat

Sejarah Munculnya Bahasa

Sekilas dan Beberapa Spekulasi Mengenai Sejarah Munculnya Bahasa

Pernah gak sih sahabat memikirkan  mengapa di dunia ini ada banyak bahasa, belum ada deskripsi berapa jumlah bahasa yang ada di muka bumi ini. Tak usah jauh2, mungkin sahabat2 di Indonesia pun saya yakin gak ada yang tahu berapa jumlah "bahasa lokal"  di negeri kita, belum lagi soal "dialek" yang demikian banyak. Sebagai contoh, di Jawa banyak menggunakan bahasa jawa, tapi jawanya Brebes tentu lain dengan jawa nya Semarangan. Jawa nya Cilacap juga beda dengan jawa nya jawa timuran, belum lagi madura...! Wuih, capek mikiran jumlah dan dialeg bahasa yang "aktif" saat ini. Kembali ke pokok permasalahan, mengapa ada se-abreg bahasa di dunia ini ?
Baik dalam kesempatan ini, saya coba mengulas sedikit sejarah kemunculan bahasa. Tentu hanya sekedar informatif, yang kepastiannya masih harus ditelusuri. Nah tugas sahabat2 pembaca yang mengulas lebih kanjut.



M. Roger mendefenisikan tekhnologi adalah hasil karya manusia yang terdiri atas software dan hardware. Sofware di sini tidak kemudian hanya di defenisikan secara sempit, sebagai software seperti yang ada pada komputer atau sebagainya. Akan tetapi software di defenisikan sebagai hadil karya manusia yang menyangkut konsep, mode maupun norma. Beberapa contoh real dari hasil karya manusia tersebut adalah Sistem hukum, tatanan negara, dan yang paling besar adalah bahasa.

Bahasa, sebagai salah satu bentuk nyata dari tekhnologi. Yang mendominasi setiap ruang dan waktu manusia. Dan bahasa adalah tekhnologi komunikasi pertama yang di miliki oleh manusia. kita sadari betul bahwa keberadaan bahasa sangat penting untuk mendukung proses pemenuhan kebutuhan hidup kita sehari-hari. Akan tetapi, jika kemudian kita sepakati bahwa bahasa adalah merupakan tekhnologi, lalu siapakah orang yang pertama kali yang menemukan bahasa, bagaimanakah mereka menemukan bahasa. Dan seperti apakah bahasa pertama kali ketika di temukan.

Pertanyaan ini, hingga saat ini telah menjadi sebuah pertanyaan besar. Yang bahkan di era komunikasi saat inipun pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. Ada sedikit informasi dari para peneliti sejarah bahasa yang menyimpulkan bahwa bahasa muncul pertama kali kurang lebih 3000 SM. Inipun dianggap kesimpulan yang spekulatif dan tanpa bukti yang kuat.

Karena hasil studi tentang asal usul bahasa dianggap tidak pernah memuaskan, malah ada yang bersifat mitos dan main-main, maka menurut Alwasilah (1990: 1) pada 1866 Masyarakat Linguistik Perancis pernah melarang mendiskusikan asal usul bahasa karena hasilnya tidak pernah jelas dan hanya buang-buang waktu saja. Perhatian dan waktu lebih baik dipusatkan untuk mengkaji bidang-bidang lain yang hasilnya jelas dan tidak spekulatif, seperti bidang kedokteran, biologi, fisika, astronomi dan sebagainya.

Namun demikian, terdapat beberapa teori tentang asal usul bahasa, di antaranya bersifat tradisional dan mistis. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa bahasa adalah hadiah para dewa yang diwariskan secara turun temurun kepada manusia, sebuah ungkapan yang sulit diterima kebenarannya secara ilmiah dan nalar logis. Namun menurut Pei (1971: 12) pada kongres linguistik di Turki tahun 1934 muncul pendapat yang menyatakan bahwa bahasa Turki adalah akar dari semua bahasa dunia karena semua kata dalam semua bahasa berasal dari giines, kata Turki yang berarti “matahari”, sebuah planet yang pertama kali menarik perhatian manusia dan menuntut nama. Kendati kebenarannya masih dipertanyakan banyak kalangan, pendapat tersebut  tidak berlebihan. Sebab, dari sisi penggunanya bahasa Turki dipakai tidak saja oleh orang Turki, tetapi juga oleh masyarakat di negara-negara bekas Uni Soviet, seperti Tajikistan, Ubekistan, Armenia, Ukraina, dan sebagainya.

Sebuah hipotesis tentang teori bahasa yang didukung oleh Darwin (1809-1882) menyatakan bahwa bahasa hakikatnya lisan dan terjadi secara evolusi, yakni berawal dari pantomime-mulut di mana alat-alat suara seperti lidah, pita suara, larynk, hidung, vocal cord dan sebagainya secara reflek berusaha meniru gerakan-gerakan tangan dan menimbulkan suara. Suara-suara ini kemudian dirangkai untuk menjadi ujaran (speech) yang punya makna. Masih menurut Darwin kualitas bahasa manusia dibanding dengan suara binatang hanya berbeda dalam tingkatannya saja. Artinya, perbedaan antara bahasa manusia dan suara binantang itu sangat tipis, sampai-sampai ada sebagian yang berpendapat bahwa binatang juga berbahasa. “All social animals communicate with each other, from bees and ants to whales and apes, but only humans have developed a language which is more than a set of prearranged signals”.

Bahasa manusia seperti halnya manusia sendiri yang berasal dari bentuk yang sangat primitif berawal dari bentuk ekspresi emosi saja. Contohnya, perasaan jengkel atau jijik diekspresikan dengan mengeluarkan udara dari hidung dan mulut, sehingga terdengar suara “pooh” atau “pish”. Oleh Max Miller (1823-1900), seorang ahli filologi dari Inggris kelahiran Jerman, teori ini disebut poo-pooh theory, kendati Miller sendiri tidak setuju dengan pendapat Darwin (Alwasilah, 1990: 3).
Sebagian yang lain berpendapat bahwa bahasa awalnya merupakan hasil imajinasi orang dengan melihat cara jenis-jenis hewan atau serangga tertentu berkomunikasi. Misalnya, kumbang menyampaikan maksud kepada sesamanya dengan mengeluarkan bau dan menari-nari di dalam sarangnya. Semut berkomunikasi dengan antenenya.

Ada juga teori “bow-wow” yang mengatakan bahwa bahasa muncul sebagai tiruan bunyi-bunyi yang terdengar di alam, seperti nyanyian burung, suara binatang, suara guruh, hujan, angin, ombak sungai, samudra dan sebagainya, sehingga teori ini disebut echoic theory. Jadi tidak berevolusi sebagaimana aliran teori Darwinian di atas. Menurut teori “bow-wow” ada relasi yang jelas antara suara dan makna, sehingga bahasa tidak bersifat arbitrer. Misalnya, dalam bahasa Indonesia ada kata-kata seperti: menggelegar, bergetar, mendesis, merintih, meraung, berkokok dan sebagainya. Contoh lainnya, misalnya, oleh sebagian masyarakat anjing disebut sebagai “bow-wow” karena ketika  menyalak suaranya terdengar “bow-wow”. Dengan berpikir praktis, orang menamai binatang yang menyalak itu sebagai “bow-wow”.

Mirip teori “bow-wow”, ada juga teori “ding-dong” atau disebut nativistic theory, yang dikenalkan oleh Muller, yang mengatakan bahwa bahasa lahir secara alamiah. Teori ini sama dengan pendapat Socrates bahwa bahasa lahir secara alamiah. Menurut teori ini manusia memiliki kemampuan insting yang sangat istimewa dan tidak tidak dimiliki oleh makhuk yang lain, yakni insting untuk mengeluarkan ekspresi ujaran ketika melihat sesuatu melalui indranya. Kesan yang diterima lewat bel bagaikan pukulan pada bel hingga melahirkan ucapan yang sesuai. Misalnya, sewaktu manusia primitif dulu melihat serigala, maka secara insting terucap kata “Wolf”.

Ada juga teori “pooh-pooh” yang mengatakan pada awalnya bahasa merupakan  ungkapan seruan keheranan, ketakutan, kesenangan, kesakitan dan sebagainya. Ada  teori “yo-he-ho” yang mengatakan bahasa pertama timbul dalam suasana kegiatan sosial di mana terjadi  deram dan gerak jasmani yang secara spontan diikuti dengan munculnya bahasa. Misalnya, ketika sekelompok orang secara bersama-sama mengangkat kayu atau benda berat, secara spontan mereka akan mengucapkan kata-kata tertentu karena terdorong gerakan otot.

Ada juga teori “seng-song” yang mengatakan bahasa berawal dari nyanyian primitif  yang belum terbentuk oleh kelompok masyarakat. Selanjutnya nyanyian tersebut dipakai untuk menyampaikan maksud atau pesan dan membentuk struktur yang teratur walau sangat sederhana. Nenek moyang kita jutaan tahun lalu berbahasa dengan kosa kata dan tatabahasa yang sangat terbatas. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sistem lambang ini pun berkembang hingga akhirnya lahir bahasa tulis. Lewat bahasa tulis, peradaban manusia berkembang menjadi demikian pesat. Dengan demikian, bahasa terbentuk dan berkembang secara evolutif

Berbeda dengan aliran-aliran primitif tersebut di atas, para filsuf Yunani kuno, seperti Pythagoras, Plato, dan kaum Stoika berpendapat bahwa bahasa muncul karena “keharusan batin” atau karena “hukum alam”. Disebut “keharusan batin”, karena bahasa hakikatnya adalah perwujudan atau ekspresi dunia batin penggunanya. Lihat saja bagaimana bahasa seseorang ketika sedang marah, bahagia, gelisah dan sebagainya. Semuanya tergambar dalam bahasa yang diucapkan.

Pendapat yang cukup masuk akal dan menjadi dasar pemahaman orang tentang makna bahasa sampai saat ini muncul dari filsuf seperti Demokritus, Aristoteles, dan kaum Epikureja yang mengatakan bahwa bahasa adalah hasil persetujuan dan perjanjian antar-anggota masyarakat. Sebab, sifat dasar manusia adalah keinginannya berinteraksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Untuk itu, mereka memerlukan sarana atau alat komunikasi.
Beberapa pendapat diatas bisa saja menjadi salah satu referensi kita untuk memahami bagaimana asal usul bahasa tersebut, akan tetapi kemudian dapat kita lihat bahwa pendapat-pendapat tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dapat di uji kebenarannya, sehingga beberapa teory tersebut akan sangat mudah di bantah satu sama lainnya.
seperti teori, bo wow, sosng seng atau yang sejenisnya, kalau memang benar bahwa bahasa muncul atas ekspresi manusia akan alam, maka kemudian yang menjadi pertanyaan besar selanjutnya, bagaimana mereka selanjutnya melakukan proses kmonunikasi sehingga mampu menterjemahkan bunyi-bunyian tersebut menjadi sebuah kesepakatan bersama?
Akan tetapi meskipun sejarah keberadaan bahasa ini masih beragam, bersifat mitos, mistis, religius sampai sedikit agak religius. Akan tetapi menurut Hidayat (1996: 29) secara garis besar terdapat tiga perspektif teoretik  mengenai asal usul bahasa, yakni teologik, naturalis,  dan konvensional.

Para penganut Aliran teologik umumnya menyatakan bahwa kemampuan berbahasa manusia merupakan anugerah Tuhan untuk membedakannya dengan makhluk ciptaanNya yang lain. Dan untuk sementara sayapun sepakat dengan teory ini, karena menurut saya Bahwa bahasa adalah tekhnologi yang justru tidak di ciptakan oleh manusia. akan tetapi di ciptakan oleh sang pencipta bumi dan alam semesta, sebagaimana DIA juga telah menciptakan telinga, mata, dan tubuh kita, naluri yang ada di dalam hati kita, serta nafsu yang juga ada di dalam jiwa kita, DIA telah menciptakannya untuk mendukung kita dalam proses pemenuhan kebutuha dan memanfaatkan bumi dan alam semesta ini, dalam rangka tugas dan hakikat penciptaan kita sebagai manusia.

Hal ini, di dukung oleh ayat al-qur’an yang menyatakan hal tersebut dengan tegas pada surat Albaqarah ayat 31 yang artinya adalah sebagai berikut:
“dan dia ajarkan kepada adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian DIA perlihatkan kepada malaikat kepada para malaikat, seraya berkata berfirman “ sebutkanlah kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar. “ (Qs : 2: 31)

Ayat tersebut juga sebagai penjelasan Allah atas protes malaikat untuk meniptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, dan dengan hal itu Allah juga ingin menunjukkan kpada malaikat dan amkhluk-makhluk lainnya bahwa manusia adalah makhluk yang paling unggul, makhluk yag lebih dari makhluk-Nya yang lainnya. sebagaimana kemudian juga di jelaskan dalam surat Albaqarah ayat 33, yang artinya adalah sebagai berikut :

“Dia (ALLAH) berfirman , “wahai adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu” setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, dia berfirman, “bukankah Telah aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan aku mengetahui apa yang kamu natakan dan apa yang kamu sembunyikan” (QS:2:33)

Berdasarkan ayat tersebut kemudian dapatlah kita membuat sebuah kesimpulan sementara, bahwa sesungguhnya bahasa adalah tekhnologi pertama yang di miliki dan di gunakan oleh manusia, yang kemudian bahasalah yang menjadi cikal bakal lahirnya semua tekhnologi yang ada di bumi ini. ketika manusia memiliki kebutuhan akan sesuatu, yang kemudian kebutuhan itu tidak bisa di sediakan secara alami oleh alam maka, mereka akan mencoba menemukannya dari teman-teman sekitarnya. Akan tetapi ketika kemudian dari teman-temannya juga tidak di temukan alat pemenuhan kebutuhan tersebut maka manusia akan mencoba menciptakan tekhnologi.

Dengan demikian dapatlah kiranya kita pahami, bahwa bahasa adalah merupakan tekhnologi dasar dari semua tekhnologi. Bahasa adalah tekhnologi yang di ciptakan oleh TUHAN sedangkan manusia dalam prosesnya kemudian mengembangkan bahasa tersebut sehingga sesuai dengan kebutuhannya.
Mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan pencerahan bagi kita, setidaknya dapat menjadi awal jika memang kemudian ada pihak yang tertarik untuk menganalisa da meneliti lebih jauh mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bahasa dan kehadirannya. Karena kita manusia hanya mencoba mendekati kebenaran itu sedekat mungkin. Sedangkan kebenaran itu hanyalah mutlak milik-Nya. (… “bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi… Qs:2:33)