Jumat, 06 April 2012

MANFAAT HERBAL BAGI KESEHATAN MANUSIA

Siapa sih yang tidak kenal herbal ? Herbal identik dengan  menyehatkan, alamiah, tanpa efek samping dll. Berikut kami kutipkan manfaat : 15 Herbal yang Luar Biasa Ajaib 
Disadari atau tidak, pola konsumsi harian yang kita lakukan akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Subhanallah ternyata dari beberapa jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh ternyata Allah memberikan kandungan khasiat yang luar biasa, baik sebagai suplemen tubuh, maupun sebagai obat herbal.
Beberapa herbal yang telah diteliti dan terbukti sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya sebagai berikut :

1.    Tebu
Kandungan : vitamin B2, Sacharum officinarum

Tebu
Khasiat : daunnya digunakan untuk menyembuhkan demam, sedangkan sari tetes tebunya digunakan sebagai terapi anti diabetes, meredakan batuk, meredakan panas tinggi, menyembuhkan pegal linu dan mengatasi kerusakan gigi.
Sari tebu mengandung serat tak larut (insoluble fibre). Nah serat ini yang bikin air madu aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sistem kerjanya adalah sebagai SEES (Side Effecet Eliminating Substances) atau senyawa yang menghilangkan efek samping, dalam hal ini peningkatan kadar gula dalam darah adalah efek samping dari air gula, namun di tiadakan efek sampingnya oleh adanya serat tak larut tersebut.

2.    Singkong
Kandungan : bagian umbi mengandung vitamin (A, B1, C), kalsium, fosfor, protein, lemak, amilum, sedangkan bagian daunnya mengandung Vitamin (A, B17, dan C), Kalsium, Fosfor, Protein, Lemak, Hidrat arang dan Zat besi. Khasiat : dapat mencegah kanker dan tumor.

3.    Nangka
Nangka
Kandungan : bagian buah mengandung albuminoid dan karbohidrat, sedangkan bagian batang banyak mengandung morin, sianomaklurin (zat samak), flavon, tanin.

Khasiat : daunnya digunakan sebagai terapi antidiabetes, sedangkan bijinya sebagai obat batuk.

4.    Sawo
Kandungan : bagian kulit banyak terkandung zat tannin, pada bijinya terkandung saponin (senyawa beracun), serta bagian buahnya banyak mengandung kalium, energi, karbohidrat, vitamin (A, C, B6), magnesium serta fosfor.

Khasiat : bagian daun digunakan untuk mengobati demam, serta obat luka dan borok. Bagian bunga mengandung ramuan rempah untuk wanita yang melahirkan, sedangkan bagian kulitnya dapat digunakan sebagai obat diare dan demam.

5. Anggur
Kandungan : Karotenoid dan likopen, mangan, vitamin C, B6, K dan B1, Resveratrol (kemungkinan dapat mencegah kanker).
Khasiat : Menjaga kestabilan gula darah, mengatasi kelelahan, mengatasi influenza, membantu mengatasi polio dan herpes.

6. Air Kelapa
Kandungan : nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan besi.
Khasiat : sebagai oralit alami, penawar racun, memperlancar saluran pencernaan, mengontrol tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh dan menggantikan cairan tubuh alami.

7. Labu Siam
Kandungan : protein, lemak, kalsium, fosfor dan besi .Khasiat : menurunkan kadar kolesterol serta mencegah hipertensi.

8. Pandan
Kandungan : alkoida, flavonoida, tanin, plifenol serta saponin.
Khasiat : daun pandan wangi dapat membunuh larva nyamuk aedes aegypti.

9. Sambiloto
sambiloto
Kandungan : daun dan cabangnya banyak mengandung zat deoksiandrogarafolid, andrografolid, homoandrofilid, flavonoid, alkane, keton dan damar.
Khasiat : sebagai pengontrol darah tinggi, kanker paru, diare, thypus dan kencing nanah.

10. Jeruk Nipis
Kandungan : vitamin c, fosfor, zat besi, hidrat arang, lemak, kalori dan protein.
Khasiat : batuk, kelelahan, batu ginjal, bau badan serta diare.

11. Jarak
Jarak
Kandungan : bagian buah banyak mengandung glikosida, tanin, pitosterol, flavonoid serta steroid sapogenin. Sedangkan pada bagian daunnya terkandung apigenin, vitexin, isovitexin.
Khasiat : obat sakit gigi, obat malaria, rematik, dan nyeri otot. Selain itu akar jarak dapat digunakan sebagai penawar racun ular.

12. Arbei

Kandungan : Saponin, Favonoida, Polifenol (berfungsi sebagai antioksidan), serta Vitamin C.
Khasiat : obat sariawan, mengobati maag ( buah dibuat jus lalu diminum), membantu melawan tifus, meringankan gejala diare.

13. Rumput Mutiara
Rumput Mutiara
Kandungan : entriacontane, sitisterol-D-glucoside, stigmasterol, ursolic acid, oleanolic acid, Beta-sitosterol, p-coumaric acid, baihuasheshecaosu serta flavonoid glycosides.
Khasiat : radang usus buntu, bisul, sumbatan saluran sperma, pereda demam, tonsilis, gondongan, pneumonia serta infeksi saluran kemih.

14. Serai
Kandungan : mintak atsiri, citronnelal, geraniol, sitral, eugenol, kadine serta kadinol
Khasiat : meringkankan nyeri, batuk dan kelelahan.

15. Kemangi
Kandungan : sitral (penghasil aroma khas pada kemangi).
Khasiat : antiperadangan, mencegah diabetes serta dapat mengurangi bau keringat.

Selain kelima belas herbal tersebut, tentunya masih banyak lagi herbal lain yang Allah berikan manfaatnya untuk kesehatan tubuh manusia, baik yang sudah diteliti manusia, sedang dalam proses penelitian, maupun yang masih belum terkuak rahasia manfaat dari berbagai tumbuhan maupun buah-buahan herbal yang Allah ciptakan.
Penelitian didunia kesehatan (alternatif) pun terus berlanjut sampai sekarang, untuk mengimbangi perkembangan dunia medis modern yang umumnya sangat tergantung kepada obat-obatan berbahan kimiawi. Dalam beberapa kasus, terbukti obat-obatan kimiawi ini dalam kadar tertentu belum tentu 100% aman untuk tubuh manusia.

Bahkan sudah banyak para produsen yang meracik berbagai jenis herbal yang berguna untuk  membantu menyembuhkan penyakit, memulihkan kondisi fisik manusia yang pada akhirnya menuju kesehatan bersama dengan tanpa menggantungkan obat kimia (medis). Ada pula yang khusus bergerak di bidang pemasaran herbal, satu diantara adalah : ONLINESTORE HERBAL , tersedia ratusan produk yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan.
Tidak hanya itu saja  ONLINESTORE HERBAL juga memberi kesempatan bagi anda untuk bergabung sebagai reseller atau agen pemasaran dengan berbagai keuntungan yang bisa anda peroleh.

Traffic Revenue Payment




Traffic revenue membayar kita untuk jumlah kunjungan website kita. Our rate for US traffic: $3.44 for 1000 uniques. Untuk payment traffic revenue ini tidak otomatis seperti yang lainnya karena kita harus request/withdraw payment secara manual, namun enaknya kalau kita withtraw $100+ maka kita akan mendapatkan bonus 10%. Nah kabar gembiranya aman buat digabungin sama Paid to Promote, Adsense, InfoLink, sehingga pendapatan kita bisa lebih maksimal. :-)

Ingin daftar? silahkan klik disini

MENU BARU : IT'S CULINARY !

AMERICAN RISOLES

Dear All...!

Sobat blogger, seperti "visi dan misi" blog ini, yakni berbagi segala macam informasi (tentu sebatas kemampuan owner) kali ini akan saya tambahkan menu khusus, yakni informasi seputar Dunia Kuliner. Baik tentang wisata kuliner, tempat2 yang eksotis sampai yang paling simpel yakni info tentang Resep2 Kuliner, yang semoga saja bisa sahabat2 praktekkan. Yah siapa tahu saja dari info yang saya postingkan, akan timbul ide atau peluang untuk bisnis kuliner. Nah sebagai awal, saya berikan resep unik : American Risolles ( Amris ) Selamat mempraktekkan ya..., kalau jadi (dan enak, kirim ya.....??? ^_^ )

Pasti semua tahu Risoles kan ? Lha American Risoles apaan tuh ? Kabarnya mendapat sebutan demikian, karena isiannya yang berbeda dari dari risoles versi indonesia yang biasanya berisi sayuran.. klo amris ini, isinya bahan2 yang banyak ada di amerika sana.. ini bahan-bahan yang di butuhkan.. untuk membuat 25-30 buah american risoles.

Kulit :
250 g tepung terigu
50 g susu bubuk
2 butir telur
650 ml air matang
25 g mentega yang di cairkan
1 sdt baking powder
sejumput garam.

Isi :
5 lembar daging asap
5 butir telur
100 g keju
100 g mayonnaise

Finishing :
1 butir telur
tepung panir.

Cara membuat :
campur semua bahan kulit menjadi satu. aduk  perlahan. saat mengaduk tepung, mentega dan air serta telur jangan di remas, tapi di tepuk-tepuk saja. agar tidak ada adonan yang menggumpal. jika ternyata masih ada adonan yang menggumpal, saring saja. adonan menggumpal membuat hasil adonan kulit  tidak halus dan mulus.
setelah semua bahan tercampur rata, buat dadar dengan menggunakan wajan yang sudah di olesi minyak. minyaknya jangan terlalu banyak. cukup sekitar 2 tetes, lalu ratakan. untuk pemula, bisa menggunakan wajan dadar (wajan datar), tapi klo sudah biasa, bisa menggunakan wajah biasa. ambil satu sendok sayur adonan, tuang di atas wajan panas. putar-putar sampai terbentuk adonan bulat. lakukan sampai adonan habis. banyak yang bilang, bagian yang sulit untuk membuat kue ini adalah saat membuat adonan kulit. memang awalnya sulit. tapi setelah banyak berlatih, lama-lama juga bisa dan terbiasa.
setelah semua adonan kulit selesai di buat, sisihkan. siapkan bahan-bahan isi. potong-potong seluruh adonan isi, sebesar 1×1 cm, lalu campur dengan mayonaise. isikan adonan ini ke dalam kulit, lalu lipat bentuk amplop..
kocok sebutir telur,   lalu gulingkan risoles yang udah jadi, ke dalam kocokan telur, lalu gulingkan dalam tepung panir. simpan di lemari es minimal 1 jam. goreng saat akan disantap..
hidangkan dengan saus sambal atau cabai rawit…
rasanya? SO YUMMY!!!

<<< HOME ( SITEMAP BLOG ) <<<

Kamis, 05 April 2012

PELUANG BUKA PERWAKILAN UMROH ONLINE

PELUANG BUKA PERWAKILAN


PT. Arminareka Perdana membuka perwakilan atau cabangnya di seluruh Indonesia, dimana setiap kota / kabupaten dapat didirikan cabang atau perwakilan lebih dari satu.
ALASAN KITA MEMILIH USAHA PERWAKILAN TRAVEL UMROH
  1. Penduduk Indonesia mayoritas  muslim sekitar 200juta penduduk sehingga potensi pasarnya sangat Besar.
  2. Daftar tunggu haji yang semakin panjang menunjukkan minat masyarakat untuk ibadah umrah maupun haji tinggi.
  3. Umroh dan haji tanpa batas waktu sehingga bisnisnya jangka panjang tdk akan jenuh atau mati.
  4. Usaha keuntungannya dunia dan akhirat.
  5. Keuntungannya besar dan cepat balik modal
KEUNTUNGAN MEMBUKA PERWAKILAN PT ARMINAREKA PERDANA MELALUI UMROHONLINE.COM
  1. Hanya membayar Rp. 44.250.000 anda sudah mempunyai hak sebagai Perwakilan PT Arminareka Perdana di Kota anda dengan Keuntungan Langsung Rp 95.100.000,- karena anda akan mendapatkan 40 voucher keberangkatan umroh senilai 40 X 3,5 juta = Rp. 140.000.000,-
  2. Mempunyai 40 hak usaha dengan Potensi Pendapatan Ratusan juta bahkan Milyaran ketika dijalankan serius dan tersistem.
  3. Support Total Dari KANZ SUPPORT SYSTEM dengan jaminan BEP dalam waktu max 3 Bulan.
Anda berminat menjadi perwakilan atau cabang PT. Arminareka Perdana ?
Inilah ketentuannya :
  1. Mempunyai Kemampuan Leadership
  2. Mengambil 40 paket umroh HANYA Rp. 44.250.000 ( dari nilai yg seharusnya Rp. 140.000.000,- ) Ini berarti Anda punya Aset 140 Juta hanya dengan Uang 44.250.000
  3. Mampu Memberikan Pembinaan Kepada Mitra
  4. Mempunyai Hubungan Baik Dengan Managemen perusahaan
  5. Mempunyai Hubungan Baik Dengan Mitra Lainnya
Dan ini adalah hak – hak yang akan diperoleh :
  1. Ada Surat Penunjukan Perwakilan
  2. Menandatangani MOU
  3. Fasilitas Yang Didapat adalah :
  • 40 Paket Umroh terdiri dari : ( 40 Voucher Umroh senilai @ US$ 350; Asuransi dari Megalife Syariah;  ID Card dan Starterkit; 40 Souvenir Mukena/Baju koko; 40 Hak Usaha Keagenan ) Paket Umroh ini bisa Anda Pindahtangankan ke Orang lain seharga 3.5 Juta per paket *
  • Mesin Fax
  • Spanduk
  • Marketing Plan 50 Lembar
  • Brosur 100 Lembar
  • Formulir 1 Buku
ADA JUGA PAKET PERWAKILAN 13 yaitu anda cukup bayar Rp. 19.500.000,- dapat 13 paket DP umroh dan sudah mendapat status sebagai perwakilan di wilayah sekitar anda.

PAKET 40

MODAL : RP. 44.250.000

PAKET 22

MODAL : RP. 29.850.000

PAKET 13

MODAL : RP. 19.500.000

SEGERA AMBIL PELUANG EMAS INI!!!!

Segera Daftarkan diri Anda dan Raih Kesuksesan bersama kami di www.umrohonline.com
( Pendaftaran perwakilan bisa secara perorangan atau Yayasan, CV, Perusahaan, Masjid, Majelis Ta’lim, Ormas dll)
Info Detil Perwakilan Ketik SMS : mohon info#perwakilan# nama#kota  kirim ke 08157906794 EKO PRIYANTO,SE , Anda akan segera Kami Hubungi

ADA PENAWARAN MENARIK UTK ANDA YG SERIUS

PROMO KHUSUS SAMPAI 30 JANUARI 2012
  • Bagi anda yang mengambil keputusan untuk bergabung Perwakilan dengan minimal Paket 13 Maka kami kasih :

Website Marketing Armina dengan Domain Anda sendiri,

GRATIS!




PELUANG USAHA UMROH

“Dapatkan Komisi Luar biasa Sebagai Agen Umroh PT. Arminareka Perdana melalui  UmrohOnline.com Dan Miliki Penghasilan Instan Sekarang Juga!”

Dengan mendaftar sebagai Agen di Umrohonline.com anda mendapat 3 pilihan Agen, yaitu Agen Free, Agen Premium dan PERWAKILAN PT ARMINAREKA PERDANA detilnya sebagai berikut :
1. Pilihan Agen Free, adalah agen yang mendaftar melalui umrohonline.com secara gratis dengan tujuan ikut memasarkan program umroh dan haji PT Arminaraka Perdana Melalui web Umrohonline.com. Agen free hanya terdaftar di umrohonline.com belum di PT Arminareka Perdana.
keuntungannya :
1. Anda berhak menjual Program umroh haji ini dengan komposisi Komisi Rp. 500.000,- setiap terjadi penjualan yang ditandai dengan telah di dibayarkannya DP umroh Rp 3,5 jt atau haji Rp 5 juta oleh calon jamaah.
2. Anda memiliki website yang sama persis seperti website ini gratis, dengan username anda sendiri! Website anda akan seperti ini : http://UmrohOnline.com/?reg=username_anda Website inilah yang dapat anda gunakan untuk promosi, kegiatan jual-menjual, melihat member yang mendaftar kepada anda sebagai sponsor, melihat komisi anda, dan fasilitas member lainnya yang telah disiapkan.
3. Setiap terjadi transaksi penjualan melalui website anda, maka komisi akan kami transfer melalui rekening pribadi anda setiap bulannya.
4. Anda akan diberitahu melalui email secara otomatis begitu terjadi penjualan.
5. Anda akan mendapatkan Penghasilan Instan Seumur Hidup sebesar rp 500.000,- setiap terjadi pejualan. Bila sehari anda mendapatkan 1 penjualan saja melalui website anda, maka dalam sebulan komisi anda akan menjadi Rp. 15.000.000,-. Penghasilan Instan Yang Menggiurkan! Segera lakukan pendaftaran gratis!
2. Pilihan Agen Premium yaitu adalah agen yang mendaftar melalui umrohonline.com dan sudah melakukan pembayaran DP sebagai syarat menjadi jamaah umroh atau haji PT Arminareka perdana dan Agen resmi PT Arminareka Perdana dengan tujuan ikut memasarkan program umroh dan haji PT Arminaraka Perdana Melalui web Umrohonline.com. Agen Premium terdaftar di umrohonline.com juga resmi di PT Arminareka Perdana.
Keuntungannya :
  1. Anda berhak menjual Program umroh haji ini dengan komposisi komisi :
    • Komisi Rp. 1.500.000,- setiap terjadi penjualan yang ditandai dengan telah di dibayarkannya DP umroh Rp 3,5 jt dan mendapatkan komisi Rp. 2.500.000,- setiap terjadi penjualan dengan ditandai DP haji Rp 5 juta oleh calon jamaah.
    • Komisi Tambahan Rp 500.000,- bila anda berhasil mereferensikan 2 orang jamaah.
    • Komisi Pembinaan Rp 1.000.000,-Jika anda berhasil mereferensikan lebih dari 3 orang calon jamaah umroh atau haji
    • Mendapatkan Reward -reward jutaan dari PT Arminareka Perdana.
    • Mendapatkan voucher Umroh atau Haji senilai USD 350 utk umroh dan USD 500 utk haji ( Uang muka / DP Anda tidak hilang tapi dirupakan voucher )
    • Asuransi kecelakan diri dari MEGA LIFE UNIT SYARIAH INSURANCE sebesar Rp. 35 jt untuk pria dan Rp 50 jt untuk wanita dan dapat diperpanjang pada tahun berikutnya.
    • Suvenir exclusif berupa mukena atau baju koko
    • Kartu anggota ( id card) berlaku selamanya
    • Paket panduan usaha ( company profile perusahaan, majalah, brosur dll)
  2. Anda memiliki website yang sama persis seperti website ini gratis, dengan username anda sendiri! Website anda akan seperti ini : http://UmrohOnline.com/?reg=username_anda Website inilah yang dapat anda gunakan untuk promosi, kegiatan jual-menjual, melihat member yang mendaftar kepada anda sebagai sponsor, melihat komisi anda, dan fasilitas member lainnya yang telah disiapkan.
  3. Setiap terjadi transaksi penjualan melalui website anda, maka komisi akan langsung ditransfer melalui rekening pribadi anda setiap minggunya langsung oleh PT Arminareka Perdana.
  4. Anda akan diberitahu melalui email secara otomatis begitu terjadi penjualan.
  5. Anda akan mendapatkan Penghasilan Instan Seumur Hidup sebesar rp 1.500.000,- setiap terjadi pejualan. Bila sehari anda mendapatkan 1 penjualan melalui website anda, maka dalam sebulan komisi anda akan menjadi Rp. 45.000.000 . Penghasilan Instan Yang Menggiurkan! dan Luar Biasa ! Segera lakukan pendaftaran
3. Pilihan Agen Perwakilan PT Arminareka Perdana yaitu adalah agen yang mendaftar melalui umrohonline.com dan mengambil kesempatan menjadi Perwakilan PT arminareka Perdana dikota/ kabupaten seluruh indonesia dengan tujuan ikut memasarkan program umroh dan haji PT Arminaraka Perdana Melalui web Umrohonline.com. Agen Perwakilan terdaftar di umrohonline.com juga resmi di PT Arminareka Perdana.
INFO DETIL KLIK DISINI



Referensi, Cara Praktis Menekan Biaya Haji

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Biro Perjalanan haji Arminareka Perdana menerapkan sistem yang cukup bersahabat bagi para calon jamaah haji. Anggapan haji sebagai ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh golongan ekonomi menengah keatas, ditepis dengan sistem “referensi”.
Biro yang berkantor di Jatibening, Bekasi ini memberikan jasa marketing sebesar Rp 1,5 juta bagi calon jamaah yang bisa mengajak rekannya umroh. Jika bisa mengajak rekannya ikut berhaji, jasa marketing lebih besar hingga Rp 2,5 juta.
“Total biaya 7000 USD, kalau dipotong jasa marketing bisa memperingan biaya”, kata Widhiastuti, humas Arminareka. Calon jamaah selain mendapatkan pelayanan haji, tempat menginap, mereka mendapatkan fasilitas koper dan baju ikhrom.
Musim haji tahun ini, Arminareka Perdana memberangkatkan 520 calon jamaah haji. Mereka terbagi menjadi 4 kelompok pemberangkatan mulai 23, 24, 25 dan 31 Oktober, menggunakan pesawat Emirates. Masing-masing pemberangkatan, jamaah haji akan didampingi oleh ustad, tourleaders, dan pendamping.
Agar suasana nyaman, jamaah akan menginap di Hotel Hilton ketika berada di Mekkah. Saat di Madinah, jamaah haji akan bermalam di Hotel Movenpick. Rencananya, jamaah haji akan pulang ke Indonesia mulai tanggal 20 November.
Redaktur: taufik rachman
Reporter: Dwi Murdaningsih

Selasa, 03 April 2012

8 Situs background blogspot terbaik dan gratis untuk Web Designers

 
Terkadang kita merasa bosan dengan tampilan blogspot kita, sering kali kita ingin me-refresh blog kita agar lebih segar sehingga baik anda sendiri maupun pengunjung setia atau pengunjung baru semakin betah berlama-lama nongkrong di blog kita. Selain mengganti template blogspot, salah satu cara mudah untuk menyegarkan blog anda adalah merubah tampilan background blogspot, dan caranya pun sangatlah mudah.


Secara default background dari blogger sudah lumayan banyak, anda tinggal pilih saja. Tapi tentu saja background yang didapat dunia maya luar sana amatlah banyak dan bervariasi sehingga kita bisa lebih dalam berkreasi.
Dibawah ini adalah 8 Daftar penyedia backgound blogspot terbaik dan gratis untuk mempercantik blog anda:

1. Din Pattern (www.dinpattern.com/)




3. milleseicentopercento (http://www.noqta.it/dromoscopio/)


4. Tile Machine (www.tilemachine.com/)




7. Alice Grafixx (www.alice-grafixx.com)



Bagaimana sangat unik-unik kan background nya? dan mengundang segera merubah tampilan background blog anda.
Setelah anda memilih background blogspot dari ke-8 situs diatas, sekarang saatnya menginstall ke blog anda. cara merubah background blogspot adalah sebagai berikut:
  1. Log In ke Blogger anda
  2. Klik Rancangan > Perancang template
  3. Cari yang namanya "Latar belakang"
  4. Pilih gambar latar dengan mengunggah dari komputer anda (gambar yang tadi anda pilih)
  5. Simpan pekerjaannya dan lihat hasilnya.
Dengan cara merubah tampilan background blogspot, mudah-mudahan blog yang sudah mulai merasa bosan dilihat kembali menarik dan cantik.

Kisah Mencari Anak yang Hilang ke Alam Siluman Buaya

Kisah ini ditulis berdasarkan kesaksian Supena, yang dituturkan bebera waktu silam. Kejadiannya berlangsung saat Supena menjebat seketris desa atau juru tulis di sebuah desa yang terletak di kecamatan Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Lelaki itu semakin hari semakin menderita setelah ditinggal anak perempuannya. Anaknya yang baru berusia lima tahun itu merenggut ajal di pinggir sungai Cipunagara.
Sejak kehilangan sang anak, Dirta, si lelaki itu, selalu melamun di tepi sungai Cipunagara, dan terkadang dia bicara sendirian lalu tersenyum. Begitulah hari-hari yang dilewati Dirta semenjak empat bulan yang lalu ditinggal mati anak perempuan semata wayangnya. Rasa menyesal di hatinya membuat goncangan hebat di dalam jiwanya.
Bermula dari kemarau panjang, menjelang akhir tahun. Karena kondisi perekonomian yang sulit, banyak warga yang terpaksa makan nasi aking. Kejahatan pun semakin merebak di berbagai perkampungan penduduk.
Kebiasaan mencuri, merampok disertai penganiayaan kepada korban bukan kejadian aneh lagi ketika itu. Aku sebagai juru tulis alias sekdes cukup kewalahan menerima pengaduan dari masyarakat yang menyangkut pencurian, bakik hewan ternak maupun harta benda lainnya yang melanda warga desa. Tak terhitung pula laporan mengenai warga yang busung lapar dan terkena penyakit menular singgah di meja kerjaku yang sudah lapuk.

Begitu banyak laporan itu dan sejujurnya saja sulit untuk ditindak lanjuti mengingat kapasitasku yang hanya sebagai sekertaris desa. Namun dari semuanya, hanya ada satu laporan dari warga yang aku angap menarik untuk ditindak lanjuti, yakni tentang kematian bocah berumur lima tahun yang mati tenggelam di sungai Cipunagara ketika sedang mencari capung dengan teman-temannya.
Hari masih pagi, dan kayuh sepeda tuaku menuju rumah warga yang bernama Dirta. Ada beberapa orang hadir menyambut kedatanganku. Aku mengira jasad bocah itu langsung akan dimakamkan, tetapi setelah diperhatikan wajah-wajah yang menyambutku tampak kebingungan dan mengeluh.

“Jasadnya belum diketemukan, Pa Ulis!” Bisik salah seorang kepadaku.

“Memang kejadiannya kapan?” Tanyaku.”Kemarin sore, menjelang maghrib,” jawabnya. “Ada bukti atau saksi saat kejadian anak si Dirta tenggelam?” Tanyaku kepada ketua RT.”Ada Pa Ulis, temannya, anak Ropiah. Dia menangis pulang sambil membawa sepasang sandal anak si Dirta. Dia memberitahukan kejadiannya kepada Bapaknya,” papar ketua RT.
Aku merenung sejenak, lantas aku perintahkan semua lelaki menyisir pinggiran sungai Cipunagara menuju ke hilir mumpung hari masih pagi. Aku pun turut serta mencari bersama-sama masyarakat. Tidak sejengkalpun terlewati dari tatapan mata para pencari jasad anaknya Dirta.
Rerimbunan alang-alang dan semak-semak yang tumbuh subur di pinggiran sungai Cipunagara tidak luput dari buruan pencari jasad anak perempuan si Dirta. Teriakan-teriakan memanggil nama korban menambah hiruk-pikuk suasana saat itu.
Menjelang Dzuhur, pencarian masih tetap nihil namun semangat warga masih menggebu-gebu untuk mendapatkan korban. Seingatku hampir semua lelaki yang ada di kampung Kedung Jati turun ikut mencari. Menjelang Maghrib, pencarian dihentikan.
Seluruh masyarakat berkumpul di rumah Dirta untuk bermusyawarah mencari solusi apa yang harus dilakukan guna mendapatkan kembali jasad anak perempuannya. Kalau melihat keadaan sungai Cipunangara saat itu, airnya kecil hampir tidak berarus, ini biasa tiap tahunnya bila musim kemarau, maka tidak mungkin rasanya jasad anak perempuan si Dirta sudah jauh terseret arus. Ya, mustahil sekali.
Saat kebuntuan datang, tiba-tiba salah seorang warga berkata, “Pak Ulis, bagaimana kalau kita memanggil malim buaya (pawang buaya)?”"Boleh saja. Siapa di antara kalian yang tahu orangnya?” Tanyaku.

“Ada orangnya, tapi bukan orang desa sini. Jauh, Pak Ulis,” ucapnya.
“Dimana?” Tanyaku penasaran. “Di Haurgeulis. Tapi bisa dipanggil kesini!” Jawabnya. “Ya sudah, besok saja karena sekarang sudah malam,” ucapku.
Esok paginya, salah seorang kuperintahkan berangkat ke Haurgeulis. Sambil menunggu sang pawang buaya datang, yang ada kuperintahkan untuk turun kembali mencari jasad yang tenggelam. Siapa tahu sekarang sudah dapat timbul atau mengambang di permukaan air.
Sementara itu, Dirta tidak henti-hentinya menangis sambil berteriak-teriak memanggil anaknya yang tenggelam dua hari lalu. Semenjak bercerai dengan isterinya setahun yang lalu, anaknya itu memang ikut denganya, sedangkan isterinya pulang ke orangtuanya.
Sampai menjelang Dzuhur, yang kuperintahkan ke Haurgeulis belum juga datang. Aku dengan bersabar menunggu di pinggir sungai Cipunagara sambil memperhatikan orang-orang yang sedang mencari jasad anaknya si Dirta.
Memang bila musim kemarau, airnya dangkal hanya sebatas lutut hingga perut orang dewasa. Tetapi ada lokasi-lokasi tertentu yang dipercaya masyarakat di sekitar Cipunagara menyebutnya Kedung (lubang besar dibawah air) yang cukup dalam. Tempat ini adalah lokasi bersemayam makhluk halus, penunggu atau penghuni kerajaan siluman air sungai Cipunagara. Ya, sungai Cipunagara yang membentang dari selatan ke utara itu memang menyimpan mitos daerah-daerah yang dilaluinya. Mulai dari wilayah Kabupaten Sumedang, sampai ke hilir di wilayah Pamanukan, Kabupaten Subang.
Mitos-mitos bermunculan seperti kisah sepasang pengantin di larang menyeberang sungai Cipunagara, atau orang diluar wilayah tersebut janga mandi di sungai itu. Dan memang, mitos itu berlaku hingga sekarang dan terbukti ada yang jadi korban.
Masyarakat sepanjang sungai ketika penumpasan G30S/PKI hampir setiap hari menguburkan mayat-mayat yang mengambang dari hulu menuju hilir, dalam keadaan tidak utuh lagi. Ada yang tangannya hilang atau kepalanya tidak ada, isi perutnya kosong dan alat vital hilang, dan banyak lagi.
Ba’da Ashar, pawing buaya yang ditunggu akhirnya datang. Aku selesai shalat Ashar di surau tidak jauh dari rumah Dirta. Sebelum terjun ke lokasi, Dirta dipanggil ke surau. Orang yang dipanggil Abah dengan keahlian pawang buayanya itu meminta Dirta untuk menceritakan awal kejadianya.
Kadang-kadang aku dan warga ikut nimbrung untuk melengkapi cerita Dirta. Sesekali pria setengah baya bertubuh kecil yang dipanggil Abah itu manggut-manggut, dengan mulut komat-kamit dan matanya dipejamkan beberapa saat.
“Dirta, anakmu ada di suatu tempat yang aman. Makan dan minum disediakan,” Ucap Abah sambil tersenyum. Semua yang hadir saat itu senang mendengarnya.
“Tetapi anak itu bukan di alam manusia!”Demikian tegas Abah.

Suasana hening dan tegang. Apalagi, Dirta ingin segera Abah melanjutkan ucapannya.
“Anakmu ada didunia yang tidak tampak oleh mata sembarangan orang. Persisnya dia ada di alam lelembut penguasa kerajaan Kedung Cipunagara,” terang Abah.
“Apakah bisa diambil kembali, Abah?” Tanyaku.
“Bisa!” Jawab Abah, singkat.
“Tetapi nanti bila kita kesana. Abah minta kepada Dirta, apa yang ada di depan matamu harus diakui. Ingat itu!” Ujar Abah memperingatkan Dirta.
“Baiklah, Abah!” Ucap Dirta.
Abah melanjutkan lagi ucapannya, seraya sepasang matanya melihat orang-orang yang ikut riungan saat itu, “Abah minta seorang saksi dari pihak aparat desa sini. Apakah ada?” Tanyanya.
“Ada, Bah. Pak Ulis Supena ini!” Jawab beberapa warga serempak menunjukku.
“Pak Ulis siap jadi saksi?” Tanya Abah.
“Insya Allah siap, Bah!” Jawabku, singkat.
“Nanti kita bertiga…Abah, Dirta dan Pak Ulis berangkat ke raja penguasa Kedung Cipunagara, supaya anak Dirta dikembalikan. Tetapi seperti yang sudah Abah katakan, apapun yang kamu lihat di sana harus diakui. Mengerti, Dirta?” Abah menerangkan sambil mengingatkan kembali kepada Dirta.
Dirta mengangguk, “Ya, Bah!” Tegasnya.
Setelah semua siap, kami berangkat menuju sungai Cipunagara. Warga mengikuti dari belakang, ingin menyaksikan apa yang akan terjadi. Aku sedikit tegang, juga bertanya-tanya di dalam hati, apa yang akan dilakukan sang pawang buaya ini?
Abah menyuruh yang lain agar menunggu saja di bibir sungai. Sementara aku dan Dirta disuruh turun ke air. Sang pawang dengan diapit oleh aku dan Dirta. Tangan kananku dipegang erat-erat oleh tangan kiri Abah, dan tangan kiri Dirta dipegang erat-erat oleh tangan kanan Abah.
Kami disuruh menghadap ke tengah sungai lalu memejamkan mata, dan diminta jangan sekali-kali membukanya sebelum ada perintah dari Abah.  “Jangan pula kalian menengok ke belakang!” Pesan Abah.
Entah berapa lama berlalu, kudengar Abah berucap agar kami segera membuka mata. Aneh, saat aku membuka mataku, yang di hadapanku bukan lagi air sungai Cipunagara, melainkan jalan lurus dengan bunga-bunga tumbuh di sampingnya. Indah sekali. Rumah-rumah berderet tertata rapi, bersih tidak ada sampah.
Sepanjang jalan yang kami, lalui aku tidak henti-hentinya berdecak kagum di dalam hati menyaksikan keanehan dan keindahan yang tampak di depan mata. Waktu itu kami juga berpapasan dengan sejumlah penduduk yang ramah-ramah, selalu mengangguk dan tersenyum saat berpapasan dijalan dengan kami.
Uniknya, pakaian yang dikenakan sama warnanya, hitam. Kepala mereka juga memakai ikat warna hitam pula, baik perempuan maupun laki-laki.
Kami bertiga terus saja berjalan, mengikuti Abah dari belakang. Semakin jauh melangkah semakin banyak orang kami temui, seperti layaknya memasuki pusat kota tetapi tidak kutemui kendaraan. Semua berjalan kaki. Sekali-kali Abah bersalaman, berbincang-bincang seperti yang sudah kenal sebelumnya, dengan orang yang dijumpainya.
“Pak Ulis, sekarang ini kita berada di dasar sungai Cipunagara, dan sebentar lagi kita sampai ke tempat dimana anak Dirta berada,” bisik Abah kepadaku.
Banyak sekali sebenarnya pertanyaan-pertanyaan di benakku yang akan kusampaikan kepada Abah, seperti kenapa tidak keluar keringat meskipun rasanya aku merasakan berjalan ini sudah lama sekali?
Kenapa aku merasa hari itu terang di siang hari, tetapi ketika aku tengadah tidak melihat letak posisi mataharinya? Kubiarkan pertanyaan-pertanyaan ini memenuhi benakku, sampai selesai tugas ini. Semoga saja kami semua selamat berkat lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Kami berjalan agak sedikit di pelankan ketika melihat di depan ada sepasang gapura dengan dua penjaga memegang tombak dan perisai di tangannya yang kekar berotot. Pakaiannya seperti pakaian wayang orang di televisi. Kelihatannya galak dan berwibawa. Mungkin karena pengaruh postur tubuhnya yang tinggi besar, rambutnya gimbal sepunggung.
“Sampurasun, Gusti Punggawa!” Ucap Abah memberi salam sambil membungkukan badan kepada kedua penjaga pintu gerbang.
“Rampes, Abah. Ada perlu apa Abah ke sini?” Jawab salah seorang punggawa dengan suara menggema, yang sepertinya sudah mengenal Abah
“Abah kangen saja, ingin bertemu dengan paduka raja. Apakah beliau ada di istananya?” Tanya Abah.
“Ada, Abah. Kebetulan kanjeng raja baru pulang berburu, sekarang ada di paseban rempugan dengan para patih,” jawabnya.
“Ada masalah apa punggawa?” Tanya Abah.
“Hamba kurang tahu masalahnya, Abah. Lebih baik Abah masuk saja ke paseban kalau ingin menemui raja,” ucap penjaga pula sambil mempersilahkan kami masuk dengan sebelah tangannya.
Kami berjalan lagi melewati sebuah lapangan luas seperti alun-alun, sebelum akhirnya kami tiba di sebuah istana yang sangat megah dengan arsitektur mirip dengan istana-istana raja tempo dulu yang masih tersisa hingga sekarang.
Aku seperti di alam mimpi, tetapi saat tanganku kucubit terasa sakit. Dirta juga banyak diam. Mungkin benaknya sama denganku, banyak menyimpan pertanyaan tentang perjalanan ini yang belum sempat ditanyakan kepada Abah.
Kami tiba di paseban. Semua yang diruangan menyambut kami dengan ramah, terutama kepada Abah, yang sepertinya sudah mereka kenal sebelumnya. Kami dipersilahkan duduk bersila setelah bersalaman.
Di kursi yang mewah dan antik, duduk seorang yang dihormati oleh bangsanya. Sosok yang kharismatik berwibawa dengan pakaian kebesaran yang bergemerlapan emas permata.
“Selamat datang di negeri kami. Ada apa gerangan Abah dan rekan-rekan sudi datang ke negeri kami ini?” Tanya sang raja.
“Sebelum Abah menjawab, lebih dahulu terimalah sembah dan sujud Abah dan teman-teman kepada yang mulia paduka raja penguasa kerajaan Kedung Cipunagara,” ucap Abah sambil membungkuk badan, lalu diikuti olehku dan Dirta.
“Diterima sembah sujud Abah. Salam sejahtera sebaliknya untuk bangsa manusia yang mempunyai derajat yang lebih tinggi dari pada bangsaku di sisi Yang Maha Kuasa Pencipta Alam Semesta,” ucap sang raja merendah, sambil tidak lepas seulas senyum menghias bibirnya.
“Terima kasih atas sambutan dan doa dari padaku raja. Terlebih dahulu Abah akan mengenalkan orang-orang yang Abah bawa, yang pertama adalah juru tulis Supena,” ujar Abah menunjuk kepadaku. “Dan ini di sebelahnya Dirta, warga Pak Ulis Supena. Abah datang kesini hanya perantara saja. Abah hanya menolong Dirta, kanjeng raja, yang lagi kesusahan. Coba ceritakan sendiri kesusahanmu Nak Dirta kepada sang raja.” Ucap Abah sambil menolek kepada Dirta supaya bicara sendiri maksud kedatangannya.
Dirta kelihatan gugup dan gelagapan saat diberi kesempatan untuk bicara sendiri. Melihat Dirta seperti itu, walau tanpa disuruh, aku yang bicara mengenai maksud kedatangannya.
“Begini, paduka raja. Hamba di sini bicara mewakili Dirta karena selaku pengurus masyarakat, hamba berkewajiban menolong masyarakat hamba yang membutuhkan pertolongan.”
“Bagus…bagus, Pak Ulis. Silahkan Pak Ulis yang bicara maksud kedatangan Dirta ke tempat hamba ini!” Ucapnya mempersilahkan aku untuk bicara.
Aku menarik nafas beberapa kali sebelum memulai. “Saat itu, dua hari yang lalu, anak perempuan Dirta sedang main dengan temannya di pinggir sungai Cipunagara. Tetapi temannya pulang mengabarkan ke warga kampung, bahwa anak Dirta terperosok ke sungai kemudian tidak timbul lagi sampai sekarang.
Begitulah maksud kedatangan hambar ke sini, ingin menanyakan apakah anaknya Dirta ada disini, Paduka? Dan sekalian dengan ijin paduka kami ingin membawa pulang kembali!” Ucapku dengan tutur bahasa yang lemah lembuh supaya jangan ada yang tersinggung.
Sebelum membahas mengenai anak perempuan Dirta, sang raja melemparkan pertanyaan ke para patih yang hadir saat itu dengan suara yang nyaring, sehingga membuat aku kaget.
“Wahai para patih, apakah ada di antara kalian yang berani-beraninya mengganggu anak manusia?” Teriaknya menggema mengisi ruangan paseban.
“Ampun gusti, hamba yang hadir di ruangan ini tidak berani melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh paduka raja, bahwa rakyat kerajaan Keduan Cipunagara dilarang mengusik apalagi membawa bangsa manusia ke negeri ini,” kata salah seorang patih.
“Pa Ulis…Abah…Dirta, kalian dengan sendiri apa yang dikatakan patihku tadi, bukan?” Ucap raja dengan suara rendah.
“Ampun, gusti! Hamba mendengarnya! Hamba kesini bukan menuduh tetapi hanya bersifat menanyakan semata, hamba tidak menuduh,” Abah menjelaskan sembari mengangkat kedua tangannya.
“Maaf beribu maaf, paduka gusti! Seperti yang sudah Abah katakan tadi, kami kesini hanya menanyakan. Kalau memang ada, terima kasih. Tetapi kalaupun tidak ada, kami haturkan terima kasih pula atas keramahtamahan, kesedian paduka raja menerima hamba bertiga datang kesini,” kataku melengkapi kata-kata Abah.
“Seperti yang sudah hamba katakan, bahwa bangsa manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada bangsa kawula dan sudah menjadi ketetapan bangsa kawula selama ribuan tahun bahwa nenek moyang bangsa kawula melarang keras mengganggu manusia, apalagi memangsanya. Karena manusia makhluk yang paling mulia di hadapan Sang Pencipta.” Sabda sang raja disambut anggukan kepala oleh para patih.Keadaan hening sejenak di paseban. Semua membisu tidak bersuara.
“Coba ingat-ingat lagi, Patih. Apakah ada laporan dari masyarakat dua hari yang lalu?” Ujar sang raja kepada para patih yang hadir, memecah kehingan.
“Ampun gusti! Hamba hanya menerima laporan dari warga Pancerkulon yang menangkap seekor anak kambing karena mengganggu tanaman sayuran dan sekarang anak kambing itu sudah ditangkap lalu hamba simpan di istal.” Ucap salah satu patih memberitahukan kepada rajanya.
“Apakah itu milikmu, Dirta?” Tanya sang raja.
“Ampun gusti. Hamba orang miskin, hamba tidak punya kambing!” Jawab Dirta, singkat.
Mendengar jawaban Dirta seperti itu, mendadak Abah jengkel. Kenapa dia tidak mendengar nasehatnya saat riungan di surau, apa yang dilihat atau dikatakan harus diakui apapun bentuknya. Tapi, Abah tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan sang raja.
Setelah berbasa-basi, kami bertiga akhirnya pamitan pulang. Kami berjalan memotong, bukan jalan yang tadi sewaktu berangkat. Kami berdua disuruh Abah menutup mata, ketika kami disuruh membuka mata kembali, kami sudah berada dipinggir sungai Cipunagara dengan air sebatas lutut kami.
Tapi kenapa bajuku tidak basah? Sungguh pengalaman yang luar biasa, dan tak akan kulupakan seumur hidupku. Penyesalan yang sungguh teramat sangat, ketika Abah menyalahkan Dirta, yang tidak memegang nasehatnya sebelum berangkat.
“Dunia kita dengan dunia siluman buaya sangat berbeda. Tidak sama seperti manusia melihat manusia. Kalau wujud asli buaya tampak di permukaan air memangsa manusia, kemudian menyeretnya ke dalam air, itu yang dilihat buaya bukan wujud manusia lagi, tetapi bisa kambing, celeng, atau hewan-hewan lainnya.
Begitu pula sebaliknya pada manusia, apabila hanya dilihat dengan dua mata kita wujud mereka adalah buaya. Akan tetapi apabila manusia melihatnya dengan mata batin akan timbul keakraban sesama makhluk ciptaan yang Maha Kuasa seperti yang Pak Ulis Supena alami bersama Abah tadi.” Kata Abah panjang lebar, sebelum dia kembali ke Haurgeulis.
“Lantas, bagaimana nasib anak Dirta, Abah? Apakah jasadnya akan mengambang dan bisa kami kuburkan sebagaimana layaknya?” Tanyaku, penasaran.
“Mudah-mudahan!” Ujar Abah, datar.
Enam bulan sudah Dirta menanti penantian yang sia-sia di pinggir sungai Cipunagara, anaknya datang hanya didalam mimpi dan memberi senyuman.
“Bapak aku tidak jauh darimu. Tengoklah anakmu menjelang maghrib di Cipunagara. Pasti ada!” Pesannya. Batinnya terpukul waktu pertama kali menunaikan pesan mimpinya. Di hadapannya ada sesuatu yang besar dan panjang sedang menantinya. Dia tak lebih seekor buaya. Buaya itu menghilang masuk ke air.
Dirta menjerit sekuat tenaga memanggil nama putrinya. Sejak itu, tiap menjelang Maghrib, Dirta duduk di pinggir sungai Cipunagara menanti anaknya. Kadang-kadang tertawa, kadang-kadang meratap-ratap memangil-manggil nama anaknya.
Sampai aku mengundurkan diri jadi juru tulis karena uzur, jasad anak Dirta tidak diketemukan lagi. Bahkan Dirta sendiri menghilang entah kemana. Warga tidak mengetahui, cuma tiap menjelang malam ada bunya kecil suka menampakkan diri pada warga yang sedang mandi di sungai.
(Sumber : www.indospiritual.com)

PERUQYAH BERHASIL MENGELUARKAN ORANG DARI ALAM JIN

Setelah sekian lama tidak menuliskan kisah perjalanan kami, kali ini Team Ruqyah akan berbagi cerita tentang sebuah kisah menggemparkan yang terjadi didaerah bekasi. Kisah ini berawal dari sebuah acara makan malam keluarga yang bahagia disalah satu rumah yang dihuni oleh seorang ayah yang berprofesi sebagai seorang executif muda, sebagai seorang General manager di salah satu perusahaan multi nasional terkemuka di asia tenggara dan seorang ibu muda yang baru saja melahirkan seorang anak tampan bernama Taufan .
Nampak kebahagiaan meliputi sore itu dimana sang ayah berceritera tentang kesuksesan perusahaannya yang baru saja mendapatkan tender berskala super fantastis berkat dedikasi dan pengorbanan yang tak kenal waktu dari seluruh team perusahaannya, sang istri pun memperhatikan dengan raut muka bangga pada suaminya tersebut, namun beberapa saat kemudian sang istri terhentak kaget dan bingung karna tanpa bisa dijelaskan oleh logika sang suami tercinta tiba-tiba raib begitu saja dari pandangan mata, sambil mengucak-ngucak mata dia melangkah ke tempat dimana sang suami duduk sebelum menghilang tanpa ada bekasnya, keringat dingin dan raut muka terperangah tak dapat dia elakkan karana tak tau harus berkata apa. Sejenak dia membisu mencoba menyangkal apa yang baru saja terjadi tapi kesedihan yang tiba-tiba begitu kuat dan tanpa terasa dia telah berteriak sekeras-kerasnya, dan satu hal yang dia ingat adalah senyum cerah suami sebelum dia menghilang.
Singkat cerita 1 tahun berlalu tim mabes polri telah menyelidiki kasus ini namun nihil, agen penyidik swasta pun telah disewa namun belum ada hasil, paranormal telah dikerahkan namun satu kata yang keluar yaitu bahwa suaminya disembunyikan oleh makhluk halus yg sakti karena tanpa jejak dan tidak dapat dirasakan kehadirannya, inti dari peruwatan kejadian tersebut adalah suami tersebut hilang tanpa jejak.
Beberapa ustadz ternama dari negeri inipun telah mencoba membantu namun qodarullah belum ada titik cerah yg bisa membantu dimana keberadaan suami tercintanya dimana berada, namun tekad kuat sang istri tak pupus karena sudah 2 tahun berjalan tanpa terasa dia masih berikhtiar dengan segenap tenaga dan usaha, tidak terhitung berapa dana yang sudah terbuang .
Karena sebuah traumatis kejadian itu bu Erna panggilannya merasa ada yg aneh pada dirinya yaitu dia kerap merasa bahwa suaminya ada didekatnya, itu yg membuatnya merasa bahwa ada hal lain yg mulai hinggap di hatinya dan jiwanya, melalui layanan internet dia mencari alamat ruqyah yg ada di jakarta dan sekitarnya dan dia mendapatkan alamat klinik ruqyah syar’iyah di daerah Pondok Bambu Jakarta Timur. Sesaat kemudian dia menghubungi operator dan membuat janji untuk di ruqyah.
Keesokan harinya team ruqyah meluncur ke lokasi, dan pertemuan itu adalah hal yang terjadi dengan durasi kurang lebih 2 jam yg mengubah hidupnya. Sejenak setelah menunaikan shalat maghrib abu albani mulai menanyakan perihal apa yang dirasakan bu erna, dan bercerita apa yang telah penulis ungkapkan diatas. Kemudian Abu Albani mulai meruqyah bu Erna, nampak tidak ada reaksi apa-apa pada bu Erna, namun isak tangis mulai terlihat setelah bebarapa saat ayat-ayat ruqyah di bacakan, setelah sesi pertama usai Abu Albani kemudian meminta seluruh penghuni rumah keluar rumah sejenak, da’i itu mengatakan dia merasa ada hal lain di rumah tersebut dan dia memutuskan untuk meruqyah seluruh rumah untuk mengeluarkan hal-hal negatif akibat ulah jin yg berdiam dirumah tersebut, ketika sampai pada suatu ruangan di rumah tersebut abu albani terlihat melakukan shalat sunnah 2 rakaat kemudian ta’awudz dan sekonyong konyong dia memasukan tangan kanannya ke dalam lemari pakaian diruangan tersebut, tak disangka dari genggaman tangan abu albani terlihat kerah baju seorang laki-laki muda dan subhanallah ternyata tidak hanya baju laki-laki tersebut namun orang yang selama ini hilang telah ditemukan dalam keadaan sehat wal afiat dan tidak ada kurang suatu apa hanya terlihat raut wajah yg kaget bercampur riang, kontan orang tersebut memeluk dan mencium tangan Abu albani dan langsung berlari mencari anak istrinya, sekejap rumah tersebut haru biru karna pertemuan yang sangat tidak disangka antara suami istri yang kurang lebih 3 tahun tidak bertemu, dan pertemuan anak yang berusia 2, 3 tahun pertama kalinya dia bertemu ayah tercinta yg hanya selama ini dilihat melalui album foto.
Menurut pengakuan suami bu Erna hal yang ia rasakan setelah hilang dari pandangan istrinya adalah Ia dimasukkan kedalam ruangan yang asing oleh mahluk besar yang menyeramkan. Ketika berulang kali ia mencoba untuk keluar yang terjadi adalah, ia seperti terjatuh kedalam jurang yang sangat dalam, namun yang terjadi adalah ia kembali keruangan itu lagi. Mengalami hal demikian, akhirnya suami bu Erna hanya bisa pasrah, hingga akhirnya ia melihat ada sebuah tangan dari atap ruangan tersebut yang menarik kerah lehernya bagian depan yang mengeluarkannya dari ruangan tersebut, yang ternyata adalah tangan Abu Albani yanga menyelamatkannya.
Menghadapi kejadian ini bukan saja hal fantastis bagi keluarga tersebut, ini juga merupakan hal yang fantastis bagi Team Ruqyah, sebuah hal luar biasa yang tidak pernah kami duga bisa melakukannya, tapi demikianlah ALLAH telah memperlihatkan kebesarannya yang hanya dengan sebuah sebab menunjukan kebesaran-Nya, salah satunya adalah kejadian diatas, ALLAHU AKBAR!

(Sumber :metafisis.wordpress.com)

ALAMSYAH DIAJAK ORANG BUNIAN NAIK PESAWAT TERBANG

Ini adalah kisah mistis seorang pemuda bernama Alamsyah. Suatu ketika, dia dibawa orang Bunian mengarungi perjalanan gaib dengan naik pesawat. Perjalanan antara Medan menuju Jakarta. Bagaimana kisah mistisnya…?
Rumah itu agak terpencil dari rumah-rumah penduduk lainnya. Walaupun halamannya luas, namun pekarangannya tidak terawat. Rumput liar dan sampah daun kering memenuhi halaman itu. Pepohonan rindang seperti jambu air, jambu biji, bahkan mangga yang berbuah lebat dibiarkan tumbuh begitu saja, seolah tidak ada yang mengurusnya. Aku sempat heran bila melewati rumah tersebut yang selalu sepi tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Tapi setiap melewati rumah itu, aku merasa ada sepasang mata yang selalu memperhatikan langkahku. Mulanya aku tidak memperdulikan hal tersebut. Maklumlah, sebagai warga baru di kampung itu, aku sedang dalam tahap perkenalan. Sebagai seorang penyuluh pertanian yang ditempatkan pemerintah, aku harus bisa bersosialisasi dengan penduduk kampung tempatku bertugas. Aku pun mulai hafal satu persatu nama penduduk serta rumahnya. Tak jarang, bila berpapasan dengan warga, aku yang duluan tersenyum dan mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri dan keluargaku. Ya, namanya tinggal di perkampungan, tentu haruslah pandai membawa diri. Lain dengan hidup di kota, karena kesibukan masing-masing, antar warga satu kompleks saja tidak saling mengenal.
Siang itu, usai menghadiri pertemuan di Balai Desa, aku berjalan melewati rumah besar yang di mataku sepertinya menyimpan keanehan itu. Tiba-tiba, dari rerimbungan pohon jambu air di pekarangan rumah itu, keluar seorang laki-laki setengah baya bertubuh kurus, rambutnya memutih dengan potongan yang tak beraturan. Baju kaos dan celana komprang yang dikenakan si lelaki sudah memudar warnanya di makan usia. Saat itu, dia hanya memandangiku. Aku tersenyum dan mencoba berkomunikasi dengannya. Namun dia hanya diam saja. Dua jari tangannya didekatkan ke arah bibirnya. Aku mencoba memahami isyaratnya itu dengan menjulurkan sebungkus rokok kepadanya.

Tangan lelaki tua itu meraih rokok yang kusodorkan, lalu mengambil sebatang. Aku segera menyodorkan mancis yang sudah kuhidupkan ke arah rokok yang terlelip di bibirnya. Lelaki itu lalu menyalakan rokok dan menghisapnya dalam-dalam. Bibirnya bergerak-gerak, namun tak ada terdengar suara yang keluar dari sana. Sebelum berlalu, aku memberikan bungkusan rokok yang kumiliki padanya. Namun dia menolak dan hanya mengambil sebatang saja, setelah itu dia berjalan ke arah rumah tuanya.
Sore harinya, karena penasaran dengan sosok lelaki tua itu, aku mendatangi rumah Pak Umar, kepala dusun. Tujuanku ingin bersilaturahmi sekaligus mengetahui siapa sosok misterius penghuni rumah berhalaman luas, yang di mataku juga terkesan misterius itu. Saat kuceritakan pada Pak Umar tentang pertemuanku dengan lelaki itu, Pak Umar terkejut dan berkata, “Kenapa, apakah Pak Iwan diganggu oleh Alamsyah?” “Tidak, Pak, hanya saja ketika saya lewat siang tadi, dia berdiri di pingir halamannya, lalu saya menyodorkan rokok padanya. Namun anehnya, dia hanya mengambil sebatang saja, padahal saya sudah ikhlas bila dia mengambil sebungkus rokok tersebut,” ceritaku pada Pak Umar. Pak Umar menarik nafas berat. “Ya, begitu dia. Alamsyah memang selalu demikian. Dia selalu minta rokok pada setiap orang yang dijumpainya. Tapi bila disodori sebungkus, dia hanya mengambil sebatang saja, setelah itu dia berlalu,” jelasnya.
Pak Umar melanjutkan bahwa, dulunya Alamsyah adalah pemuda yang rajin bekerja. Tapi sejak dia dibawa pergi orang Bunian naik pesawat terbang dan menghilang beberapa lama, dia jadi lupa ingatan, lupa pada dirinya sendiri.

“Orang Bunian itu dari suku apa, Pak?” Tanyaku. “Nak Iwan, orang Bunian itu adalah sebangsa makhluk halus.” jelas pak Umar. Selanjutnya Pak Umar menceritakan tentang laki-laki bernama Alamsyah itu padaku. Inilah ceritanya….
Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1970-an. Pada masa itu, bepergian dengan pesawat merupakan pengalaman istimewa. Hanya para pejabat dan orang kaya sajalah yang dapat melakukan perjalanan udara tersebut.

Kala itu, Alamsyah baru berumur 20 tahun. Sebagai pemuda miskin, Alamsyah ingin merubah nasib keluarganya. Dia sudah bosan tinggal di desanya. Apalagi kehidupan keluarganya yang miskin mengharuskannya bekerja keras sebagai petani penggarap. Rasanya, Alamsyah sudah membanting tulang seharian, namun hasil yang diperoleh tidaklah memadai, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Merasakan keadaan hidup yang sedemikian, Alamsyah suka melamun sendirian, terutama bila dia melihat pesawat terbang yang melintas di atas pematang sawahnya. Dia mengkhayal, apakah dirinya dapat menikmati duduk di dalam pesawat itu. Dan impiannya naik pesawat terbang selalu diceritakan pada para tetangganya. Bagi penduduk desa tempatnya tinggal, jangankan untuk naik pesawat, melihat besarnya pesawat itu dari dekat saja mereka tidak pernah. Sehingga bila Alamsyah menceritakan impiannya, mereka selalu menertawakan dan mengolok-oloknya. Tapi Alamsyah tidak pantang menyerah. Suatu ketika, ada tetangga dusun sebelah yang akan berangkat haji. Dia pun ikut rombongan mengantar ke kota Medan. Tujuannya hanya ingin ke Bandara Polonia dan melihat dari dekat badan pesawat terbang.

Alangkah kagumnya dia, tatkala melihat ukuran pesawat yang sedemikian besarnya. Apalagi saat pesawat itu mulai lepas landas, tanpa sadar tangan Alamsyah melambai-lambai. Sepulangnya ke rumah, keinginan Alamsyah untuk naik pesawat terbang semakin menggebu-gebu. Untuk mewujudkan impiannya itu, Alamsyah semakin rajin bekerja. Kadang, seharian dia mencangkul di ladangnya dan baru pulang bila malam menjelang.
Seperti yang terjadi hari itu. Saat matahari sudah condong ke barat, para petani yang bekerja, satu-persatu mulai meninggalkan ladangnya. Namun Alamsyah belum beranjak jua. Tanpa disadarinya, malam sudah menjelang. Dan hanya Alamsyah sendiri yang masih mencangkul di ladangnya. Saat itulah, entah dari mana asalnya, Alamsyah mendengar suara keramaian. Dia menghentikan pekerjaannya. Tatkala diperhatikan, di sekelilingnya bukan lagi persawahan, namun telah menjelma menjadi sebuah kota yang sangat indah.

Lampu-lampu terang benderang menghiasi setiap sudut kota itu. Alamsyah melihat orang-orang hilir mudik dengan pakaian yang indah. Ada yang berjalan dengan membawa belanjaan, tapi ada juga yang menaiki kuda.

Dalam keheranannya, Alamsyah merasa bahunya ditepuk seseorang. Saat dia melihat ke belakang, kagetlah dia karena yang menepuk bahunya adalah seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu tersenyum padanya.

“Apakah Abang penghuni baru kota ini, karena saya tidak pernah melihat Abang sebelumnya?” Tanya gadis itu. “Kamu siapa? Dan aneh, saya berada di mana sekarang? Kalau tidak salah tadi saya sedang mencangkul di sawah. Tapi kenapa saat ini saya sudah berada di kota ini?” Alamsyah keheranan.

Gadis itu kembali tersenyum. Dan senyumnya kali ini seakan telah membius kesadaran Alamsyah, sehingga dia mendadak lupa pada keheranannya sendiri.
Namun, gadis itu kemudian berujar dengan suara teramat lembut, “Perkenalkan, saya Laila, salah seorang warga penghuni kota ini, Bang. Benar kata Abang tadi, bila matahari bersinar, tempat ini merupakan persawahan. Tapi bila hari senja, disini adalah tempat tinggal kami. Perkampungan orang Bunian.”

Alamsyah melongo. Dia sungguh-sungguh sulit percaya dengan apa yang baru saja dikatakan gadis yang menyebut dirinya sebagai Laila itu.

“Ah, sudahlah, Bang!” Cetus Laila melihat lawan bicaranya yang tampak seperti orang linglung. Dia lalu melanjutkan, “Saya lihat Abang lelah dan belum makan. Sebaiknya Abang istirahat di rumah saya.”,Laila, gadis Bunian itu kemudian membimbing Alamsyah berjalan. Bagai orang dihipnotis, Alamsyah menuruti saja langkah Laila. Dengan bingung Alamsyah melihat di sisi kanan kiri jalan bangunan-bangunan kuno tertata apik dan rapi. Sesekali juga mereka berpapasan dengan penduduk kota tersebut, dan terlihat memperhatikan kehadiran Alamsyah.
Mereka akhirnya sampai di depan sebuah pintu gerbang rumah yang dijaga oleh pengawal. Dengan isyarat tangan Laila, Alamsyah dan gadis itu masuk ke dalam ruangan yang ternyata merupakan sebuah istana. Alamsyah kagum melihat perabotan rumah yang begitu indah. Meja dan kursi serta hiasan dindingnya berukiran indah. Sementara itu perabotan makannya terbuat dari perak.

Puas mengagumi keindahan istana itu, Laila membawa Alamsyah ke sebuah kamar dan menyodorkan pakaian padanya. “Abang mandilah dahulu dan berganti pakaian yang ada di lemari ini. Usai itu, kita makan dan jalan-jalan berkeliling kota menikmati malam. Karena saat ini keramaian dan pertunjukan pasar malam,” kata Laila. Pemuda itu menuruti perkataan Laila. Dia mandi dan berganti pakaian. Setelah itu mereka menuju ruang makan. Alamsyah dipersilahkan tuan rumah untuk mencicipi hidangan yang tersedia di atas meja. Karena seharian mencangkul di sawahnya, Alamsyah sangat lapar, dan dia menikmati makanan dengan lahap. Setelah makan, mereka berkeliling kota dengan menaiki kuda. Sepanjang perjalanan Alamsyah tak henti-hentinya mengagumi keindahan kota tersebut. Ketika istirahat di sebuah bangku taman, Laila bertanya pada Alamsyah. “Kalau saya perhatikan, Abang sangat gembira. Sepertinya Abang belum pernah menikmati kegembiraan seperti ini?” Tanyanya.
“Ya, baru inilah saya menikmati perjalanan yang menyenangkan. Sehari-hari saya hanya bekerja membanting tulang di ladang. Semua itu Abang lakukan untuk menghidupi keluarga dan demi mewujudkan impian Abang,” jelas Alamsyah. “Memangnya apa impian Abang itu? Ya, siapa tahu Laila bisa membantu,” Laila menatap lelaki di depannya. “Abang pernah bermimpi memiliki rumah yang bagus dengan isteri cantik. Tapi mimpi Abang yang paling menganggu adalah ingin menikmati perjalanan dengan pesawat terbang. Abang ingin merasakan terbang di antara awan dan melihat keindahan kota Jakarta,” jelas Alamsyah panjang lebar.
“Di alam orang Bunian, impian Abang bisa aku wujudkan. Sekarang pegang tanganku dan pejamkan mata Abang, dan jangan buka sebelum aku perintahkan!” Kata Laila sambil merapatkan lima jarinya ke jari Alamsyah.

Bagai dihipnotis, Alamsyah menuruti permintaan Laila. Perlahan, dia memejamkan matanya. Agak lama berlalu, kemudian terdengar suara lembut Laila, “Bukalah matamu, Bang, dan perhatikan di sekeliling kita!”

Saat membuka matanya, Alamsyah terkejut, karena dia sudah berada di Bandara Polonia, dan sedang berjalan dengan Laila menuju ke sebuah pesawat. Perlahan tapi pasti, Laila membimbing langkah Alamsyah menaiki satu-persatu anak tangga pesawat. Alamsyah tidak mengerti bagaimana dia dan Laila bisa sampai di sana? Padahal jarak dari kampungnya ke Bandara yang ada di kota Medan itu bisa memakan waktu satu hari perjalanan.
Alamsyah juga heran, sepertinya tidak ada orang yang peduli dan memperhatikan kehadiran mereka di sana. Setiap orang masing-masing sibuk dengan urusan dan bawaannya sendiri, saat akan menaiki badan pesawat.

Sampai di dalam pesawat, Laila membawa Alamsyah ke ruangan pilot. Dari sana mereka melihat bagaimana pesawat itu mulai melakukan penerbangan. Saat itu perasaan Alamsyah sangat senang, karena dia dapat merasakan berada di dalam pesawat terbang.
Dari atas pesawat, Alamsyah memperhatikan rumah-rumah di bawah yang sudah tampak setitik, dan selanjutnya hilang di balik awan. Dan pemandangan hanya seputih awan saja. Dari pengeras suara, Alamsyah mendengar pengumuman bahwa sesaat lagi pesawat akan mendarat di Ibukota Negara Jakarta, tepatnya di banda Halim Perdanakusumah, ketika itu. Alamsyah pun bersiap-siap hendak turun. Tapi dia juga heran, sebab Laila yang membawanya naik pesawat tidak berada di sisinya lagi. Alamsyah berjalan mencari-cari di dalam pesawat tersebut. Hingga, akhirnya pesawat mendarat, dan satu persatu penumpang turun, Alamsyah tak menemukan Laila. Dalam kegalauannya mencari Laila, Alamsyah melangkahkan kakinya menuruni anak tangga pesawat. Saat kakinya menjejak di tanah, cahaya matahari menyengat kulit tubuhnya, dan menyilaukan matanya. Nah, ketika itulah keanehan terjadi. Alamsyah yang sebelumnya berpakaian bagus, ketika itu berubah berpakaian lusuh, seperti akan ke sawah. Dua orang petugas Banda yang melihat penampilannya tersebut heran pada kehadiran Alamsyah di bandara, sebab dengan pakaian seperti orang yang akan berangkat ke sawah; celana komprang, baju lusuh, dan topi caping bertengger di kepalanya, Namun, orang berpenampilan lusuh itu baru saja turun dari pesawat. Padahal di zaman itu, orang yang bepergian dengan pesawat, hanyalah para pejabat ataupun orang kaya saja. Mereka sudah tentu berpakaian bagus. Ketika petugas menanyakan tiketnya, Alamsyah tidak tahu, karena menurut pengakuannya dia menaiki pesawat dengan sebab diajak seorang gadis cantik bernama Laila.
Petugas yang memeriksa Alamsyah semakin kebingungan, bahkan kemudian menganggap Alamsyah orang gila. Bayangkan saja, setiap kali ditanya petugas, Alamsyah hanya bisa menyebut-nyebut nama Laila yang telah membawanya. Ketika ditanyai nama, alamat dan darimana sia berasal, Alamsyah sudah tidak tahu lagi, yang keluar dari bibirnya hanya nama Laila saja.
Setelah ditahan selama satu minggu oleh petugas, dan terbukti tak membawa benda-benda berbahaya, saat pesawat akan berangkat ke Medan, Alamsyah dititipkan untuk diperiksa di Medan, karena menurut dugaan petugas dia berasal dari sana. “Namun, Tuhan berkehendak lain, sejak itu Alamsyah menjadi bisu dan tidak tahu siapa dirinya lagi. Hingga aparat keamanan melepaskannya. Beberapa orang warga desa ini menemukan Alamsyah di jalanan setelah enam bulan dia menghilang, dan dalam kondisi seperti yang Nak Iwan lihat tadi, dia bisu dan kurang ingatan,” jelas Pak Umar di akhir ceritanya.

Aku pun terdiam. Ah, betapa sulit diterima akal sehat kisah mistis yang dialami oleh Alamsyah ini. Wallahu’alam!

(Sumber : kisahmistis.blogspot.com)